PENYULUHAN TENTANG DAGUSIBU (DAPAT, GUNAKAN, SIMPAN, BUANG) OBAT DI PENGURUS RANTING ‘AISYIYAH AMBARKETAWANG

August 5, 2020, oleh: Depuss

Banyaknya jenis obat yang beredar di pasaran, disertai informasi yang kurang memadai dan tidak akurat baik melalui media cetak maupun elektronik akan menimbulkan kesalahan dalam penggunaan obat. Agar terhindar dari dampak negatif tersebut, maka perlu diberikan informasi yang memadai kepada masyarakat mengenai cara mendapatkan obat dengan benar, menggunakan obat dengan benar, menyimpan obat dengan benar dan membuang obat dengan benar.

Apoteker memiliki peran utama dalam membantu pasien untuk konsisten dalam hal penggunaan obat dengan benar, untuk menjamin pasien mendapatkan manfaat dari obat yang mereka konsumsi. Dalam rangka peran sertanya di dalam dunia kesehatan, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) memiliki rangkaian kegiatan yang menyentuh langsung ke masyarakat. Salah satu kegiatan tersebut adalah Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO). Gerakan ini merupakan upaya konkrit dari Apoteker baik secara individu maupun institusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui tercapainya derajat kesehatan setinggi-tingginya.

Apoteker melalui Gerakan Keluarga Sadar Obat mencetuskan istilah komunikatif yakni “DAGUSIBU” untuk memudahkan masyarakat memahami tentang berbagai informasi dari suatu obat. DAGUSIBU merupakan singkatan dari DApatkan, GUnakan, SImpan dan BUang. Lebih tepatnya, slogan ini mengajak masyarakat untuk mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Karena kenyataannya masih banyak yang belum mengetahui cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan baik dan benar.

Oleh karena itu, apt. Ingenida Hadning, M.Sc. selaku dosen Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PSPA FKIK UMY) beserta mahasiswa PSPA FKIK UMY memberikan solusi untuk permasalah yang ada pada Desa Ambarketawang Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman Yogyakarta pada hari Sabtu, 7 Maret 2020 bertempat di Masjid Al-Ikhsan Patukan Gamping memberikan penyuluhan terkait tentang DaGuSiBu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang obat dengan benar). Kegiatan ini adalah kerjasama PSPA FKIK UMY dengan Pengurus Ranting

Aisyiah (PRA) Ambarketawang. Pada penyuluhan ini media yang digunakan adalah powerpoint dan pemutaran video dengan tujuan agar masyarakat memahami bagaimana cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan baik dan benar, serta memahami cara mengkonsumsi obat pada saat puasa.

Melalui kegiatan ini, peserta promosi kesehatan sudah memahami terkait “DAGUSIBU” dengan ditunjukkan dari nilai pretest dan postest yang mengalami kenaikan signifikan.